Di bulan Ramadhan ini kita akan disibukkan dengan kegiatan ibadah dan aktivitas yang padat, mulai dari sahur hingga tarawih. Namun, dalam menjalani ibadah yang penuh berkah ini, merawat diri merupakan bagian penting agar tubuh tetap sehat, mental tetap stabil, dan ibadah tetap maksimal.

Self-care dalam Islam tidak hanya tentang merawat fisik, tetapi juga menjaga hati dan meningkatkan kualitas ibadah. Rasulullah shallallahu alaihi wassalam mencontohkan bagaimana seorang muslim seharusnya menjaga keseimbangan antara ibadah, kesehatan fisik, dan ketenangan jiwa.

Lantas, bagaimana cara menerapakan self-care yang sesuai dengan tuntunan Islam di bulan Ramadhan? Berikut ini adalah beberapa langkah yang bisa kita lakukan!

Menjaga Pola Makan Sehat

Salah satu tantangan di bulan puasa adalah mengatur pola makan agar tubuh tetap sehat tanpa merasa lemas saat berpuasa. Sayangnya, banyak orang yang justru berlebihan saat berbuka puasa, menyebabkan rasa kantuk dan sulit fokus ketika ibadah di malam hari.

Kita dianjurkan untuk mengikuti sunnah Rasulullah shallallahu alaihi wassalam ketika berbuka, yaitu berbuka dengan air dan kurma. Disarankan juga agar tidak langsung memakan makanan yang berat agar pencernaan terasa lebih nyaman.

Perbanyak makan makanan yang bergizi seperti, sayur, protein, dan buah untuk menjaga keseimbangan nutrisi. Hindari makanan dan minuman yang mengandung gula yang berlebih dan juga gorengan, karena makanan ini bisa membuat tubuh cepat merasa lemas dan kurang produktif.

Istirahat yang Teratur: Jangan Kurang Tidur

Sering kali, karena antusias yang tinggi seorang muslim untuk beribadah, banyak yang mengorbankan jam tidurnya, tetapi di keesokan harinya merasa lemas dan sulit berkonsentrasi. Padahal, Islam mengajarkan keseimbangan, dan tidur yang cukup sebagai bagian dari menjaga kesehatan tubuh.

Oleh karena itu, disarankan untuk tidur lebih awal setelah tarawih, lalu bangun sahur lebih pagi dan shalat tahajud. Selain itu, kurangi penggunaan HP sebelum tidur, agar lebih mudah terlelap. Dan semakin baik, bila kita meniatkan tidur kita sebagai ibadah agar tetap berpahala.

Mengelola Emosi dengan Baik

Berpuasa tidak hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan diri dari emosi dan hawa nafsu. Beberapa orang ada yang lebih mudah marah atau tersinggung karena merasa lelah atau lapar.

Islam menyarankan agar berdzikir ketika emosi kita mulai naik, karena pada dasarnya dzikir dapat menenangkan hati. Disarankan juga agar memperbanyak bacaan Al-Quran ketika di waktu senggang, apalagi di bulan Ramadhan dimana amal kebaikan pahalanya dilipat gandakan.

Jadikan Ramadhan sebagai Momen Memperbaiki Kedekatan Kita dengan Rabb

Momen Ramadhan bukan hanya tentang ibadah puasa, tetapi juga waktu untuk merenung, menjaga dan memperbaiki hubungan kita dengan Allah subhanahu wa ta’ala. Self-care yang benar tidak hanya care terhadap fisik, tetapi juga care dengan kesehatan mental dan peningkatan ibadah.

Semoga kita semua menjalani Ramadhan yang lebih berkualitas, lebih tenang, dan lebih dekat dengan Allah subhanahu wa ta’ala. Aamin.