Tauhid Sarana Penyucian Jiwa Telah lalu dijelaskan sarana tazkiyatun nufus (penyucian jiwa) diserahkan kepada para rasul karena Allah ta'ala mengutus mereka hanyalah untuk ini. Allah ta'ala menugaskan mereka untuk melakukan tazkiyatun nufus dan menyerahkan tugas ini kepada mereka, dalam hal mengajarkan, menjelaskan, dan memberikan bimbingan kepadanya, bukan dalam hal mencipta dan memberi ilham. Para rasul diutus untuk mengobati jiwa umat. Allah ta'ala berfirman, هُوَ ٱلَّذِى بَعَثَ فِى ٱلْأُمِّيِّۦنَ رَسُولًا مِّنْهُمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْهِمْ ءَايَٰتِهِۦ وَيُزَكِّيهِمْ وَيُعَلِّمُهُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَإِن كَانُوا۟ مِن قَبْلُ لَفِى ضَلَٰلٍ مُّبِينٍ “Dialah yang mengutus kepada kaum yang buta huruf seorang rasul di antara mereka, yang membacakan ayat-ayat-Nya kepada mereka, menyucikan mereka, serta mengajari mereka al-Kitab dan al-Hikmah (as-Sunnah). Dan sesungguhnya mereka sebelumnya benar-benar dalam kesesatan yang nyata.” (Al-Jumu’ah: 2) Allah ta'ala berfirman, كَمَآ أَرْسَلْنَا فِيكُمْ رَسُولًا مِّنكُمْ يَتْلُوا۟ عَلَيْكُمْ ءَايَٰتِنَا وَيُزَكِّيكُمْ وَيُعَلِّمُكُمُ ٱلْكِتَٰبَ وَٱلْحِكْمَةَ وَيُعَلِّمُكُم مَّا لَمْ تَكُونُوا۟ تَعْلَمُونَ “Sebagaimana (Kami telah menyempurnakan nikmat Kami kepada kalian), Kami telah mengutus kepada kalian Rasul di antara kalian yang membacakan ayat-ayat Kami kepada kalian dan menyucikan kalian serta mengajarkan kepada kalian al-Kitab dan al-Hikmah, serta mengajarkan kepada kalian apa yang belum kalian ketahui.” (Al-Baqarah: 151) Menyucikan jiwa lebih sulit daripada mengobati jasmani. Imam ibnul Qayyim menjelaskan hal ini dengan menyatakan: Penyucian jiwa diserahkan kepada para rasul. Mereka diutus Allah hanya untuk penyucian jiwa dan menyerahkannya kepada mereka dan menjadikannya ditangan mereka berupa dakwah, pengajaran, penjelasan dan bimbingan. Mereka diutus untuk mengobati jiwa umat. Kemudian beliau berkata lagi : Penyucian jiwa lebih sulit dan susah dari terapi penyembuhan badan. Sehingga orang yang menyucikan jiwanya dengan latihan, mujahadah dan bersendirian bersama Allah (Berkholwah) yang tidak diajarkan para Rasul, maka seperti orang sakit yang mengobati dirinya dengan pikirannya sendiri. Bagaimana bisa pas dengan pengetahuan para tabib? Para rasul adalah tabib hati, sehingga tidak ada jalan untuk penyucian jiwa dan kesalihanya kecuali dari jalan mereka dan ditangan mereka serta dengan terikat dan pasrah total kepada mereka. (Madarij as-Saalikin 2/356) Seagung-agung perkara yang menjadi pokok dasar seseorang dalam membersihkan jiwanya ialah tauhid. Tauhid ialah meng-Esakan Allah dengan melakukan peribadatan dan penyembahan hanya kepada-Nya saja. Segala peribadatan yang berbentuk permohonan, cinta, takut, tawakal, taat, malu dan lain-lain dari gerakan-gerakan hati, lidah maupun anggota badan, hanya dipersembahkan kepada Allah saja, dengan mengikuti ketentuan syariat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam saja. Tauhid yang intinya adalah beribadat hanya kepada Allah saja ini merupakan penyucian jiwa yang paling besar dan paling penting. Sebab, itulah tujuan pokok diciptakannya manusia dan jin. Orang yang bersih tauhidnya adalah orang yang bersih jiwa dan hatinya. Demikian juga tampak jelas hal ini karena mengenal kebenaran adalah pondasi keutamaan dan akhlak mulia sehingga tidak ada hak dan kebenaran yang lebih utama dari Allah dan mengenalNya. Dengan demikian kebatilan yang paling besar adalah lawan dari tauhid yaitu syirik. Jika tauhid merupakan kebersihan jiwa yang paling besar, maka kemusyrikan merupakan kotoran jiwa yang paling besar. Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman, إِنَّمَا الْمُشْرِكُونَ نَجَسٌ “Sesungguhnya, orang-orang musyrik adalah orang-orang yang najis.” (Qs. at-Taubah/9: 28). Imam Ibnu Katsir rahimahullah menjelaskan bahwa yang dimaksud najis dalam ayat itu bukanlah najis dalam arti fisik. Tetapi, najis jiwa dan agamanya. [lihat tafsir al-Quran al-‘azhim 2/360] Barang siapa yang paling paham tentang Allah maka ia akan paling takut kepada-Nya, dia akan lebih taat dalam beribadah kepada-Nya dan semakin jauh dari bermaksiat kepada-Nya. Yang demikian ini merupakan bentuk tazkiyatun nufus dan merupakan kesempurnaan dalam mewujudkannya. Dengan demikian, jika orang ingin melakukan proses pembersihan jiwa, maka hal pertama dan paling utama untuk dilakukan adalah membersihkan tauhidnya dari segala macam syirik.. Kita memohon kepada Allah Rabb pemilik Arsy’ yang agung, dengan nama-nama-Nya yang indah dan sifat-sifat-Nya yang tinggi, semoga Dia memberikan taufik kepada kita semua untuk dapat menyucikan jiwa kita masing-masing, dan semoga Dia memperbaiki seluruh urusan kita, karena sesungguhnya Allah ta’ala Maha mendengar setiap doa, dan Dia Maha menerima harapan, dan Cukuplah Allah menjadi penolong kita dan Allah adalah sebaik-baik Pelindung. Semoga bermanfaat. Wabillahi taufiq. _____________________________________________________________________________________________________ Disusun oleh: Ustadz Kholid Syamhudi حفظه الله Kamis, 04 Dzul'qadah 1441 H/ 25 Juni 2020 M Beliau adalah Mudir Pondok Pesantren Ibnu Abbas As Salafi, Sragen Sumber Artikel : https://bimbinganislam.com/tauhid-sarana-penyucian-jiwa/

Tauhid Sarana Tazkiyatun Nufus (Penyucian Jiwa)

Tauhid Sarana Tazkiyatun Nufus (Penyucian Jiwa) Telah lalu dijelaskan sarana tazkiyatun nufus (penyucian jiwa) diserahkan kepada para rasul karena Allah ta’ala mengutus mereka hanyalah untuk ini. Allah ta’ala menugaskan mereka untuk melakukan tazkiyatun nufus dan menyerahkan tugas ini kepada mereka, dalam hal mengajarkan, menjelaskan, dan memberikan bimbingan kepadanya, bukan dalam hal mencipta dan memberi ilham.…

Tebar Qurban Bersama Madinatul Qur’an 1444H

بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيم Pondok Pesantren Madinatul Qur’an Jonggol membuka kesempatan untuk para muhsinin yang ingin berqurban melalui program “TEBAR QURBAN BERSAMA PONPES MADINATUL QURAN JONGGOL 1444 H”. Qurban bernilai Ibadah, sosial dan juga dakwah ke masyarakat, semoga pahala berlipat ganda. Berikut kriteria hewan qurban dan sudah termasuk biaya operasional : Domba Tipe A +/-…

Dokumentasi Ramadhan Di SMP Madinatul Qur’an

Para santri kami terlibat dalam berbagai kegiatan yang membangkitkan semangat ibadah di bulan suci ini. Mulai dari membaca al-Quran dengan khidmat di masjid, berbuka puasa bersama dengan saudara-saudara seiman, dan mengikuti kajian bersama. Setiap momen Ramadan di Madinatul Quran penuh makna dan diisi dengan keberkahan, serta memperkuat ikatan persaudaraan antara para santri. Bersama-sama, kami menjalani…

Kegiatan Pencak Silat SMA – Ramadhan Tetap Semangat

Pencak Silat Madinatul Quran Bogor adalah salah satu kegiatan olahraga yang memiliki hubungan erat dengan kedisiplinan dan keteguhan. Melalui latihan dan pembelajaran pencak silat, para pesertanya diajarkan tentang pentingnya memiliki kedisiplinan dalam melaksanakan gerakan dan teknik pencak silat dengan baik dan benar. Disiplin ini akan membantu para peserta mencapai tujuan mereka dalam pencak silat, yakni…

Lowongan Kerja

Membutuhkan kandidat terbaik untuk berkarya di Pondok Pesantren Madinatul Qur’an untuk Posisi :   No. Posisi Kode Jenis Kelamin Kreteria Min. Pendidikan Kreteria Kemampuan 1 Pengajar Ilmu Ushuludin & Dakwah (Aqidah, Fikih, Syariah, Hadist, Bahasa Arab) GDBA Pria & Wanita Diploma 3/Strata 1 (Jurusan Diniyah Dalam/Luar Negeri) Mengajar min. 2 tahun, Berbahasa Arab Lisan-Tulisan, Berjiwa…

Lowongan Kesantrian Akhwat Madinatul Quran

Loker Guru & Kesantrian Santri Akhwat

  LOWONGAN KERJA DI PESANTREN Dibuka Kesempatan berkarya Mendidik dan Membina Santriwati Pondok Pesantren Madinatul Quran, Jonggol – Bogor, Jawa Barat, membuka lowongan kerja Dengan Posisi sebagai berikut: A. KESANTRIAN PUTRI (KP) Akhwat bermanhaj Salaf. Usia 30 sd 45 tahun Pendidikan minimal D3, Memiliki pengalaman di dunia Pendidikan. Memiliki jiwa pendidik dan mengasuh dengan kesabaran…

Kegiatan SD MQ – Sparkling Ramadhan 1444H

Sparkling Ramadhan: Kuatkan hati dengan iman dan taklukkan dunia dengan kekuatan Al-Quran. ✨🌙✨ Pengalaman yang indah dan membangun di acara Sparkling Ramadan dengan tema ‘Kokohkan Hati dengan Iman, Taklukan Dunia dengan Al-Quran’, yang diadakan oleh SD Madinatul Quran Bogor. 🤍🙏🏼

UPDATE, Dokumentasi Safari Dakwah SMA Kelas 9 Ramadhan 1444H

Dalam Safari Dakwah yang sedang dilaksanakan, para santri kelas 12 dari Madinatul Quran Bogor melakukan kegiatan-kegiatan yang sangat bermanfaat di Magelang, Jawa Tengah. Selain mengajar tahsin dan mengisi kultum yang memberikan inspirasi bagi masyarakat sekitar, para santri juga terlibat dalam kegiatan sosial yang mempererat tali silaturahmi dengan warga sekitar. Mereka membantu membersihkan lingkungan sekitar masjid,…

Kegiatan Kuis Ramadhan Ceria SMP MQ

Suasana penuh keceriaan dan kebersamaan terpancar dari kuis Ramadhan Madinatul Quran Bogor yang diikuti oleh para musyrif dan santri. Dengan semangat kebersamaan yang tinggi, mereka saling bersaing dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan yang berkaitan dengan Al-Quran dan keislaman, menambah rasa syukur dan kecintaan terhadap islam. Kuis Ramadan Madinatul Quran, sebuah ajang untuk meningkatkan pengetahuan dan iman, serta…