TINGKATKAN KOMPETENSI CIVITAS AKADEMIK, PONPES MADINATUL QURAN ADAKAN PELATIHAN 4DX

Jonggol, Sabtu 11 Juli 2020

Sistem 4DX diklaim menjadi salah satu solusi pencapaian tujuan yang mumpuni. Sebagai sebuah organisasi yang memiliki tujuan baik skala kecil maupun besar, baik jangka pendek maupun panjang, PPMQ (Pondok Pesantren Madinatul Quran) mengadakan seminar 4DX agar mampu menjadi pondok pesantren yang lebih profesional. Seminar ini diisi oleh tiga pemateri : Ustadz Fauzan Abdullah, Ustadz Rizqo Kamil Ibrahim dan Pak Abu Sena Wijanarko.
“Ini adalah salah satu upaya manajemen PPMQ untuk meningkatkan kompetensi seluruh karyawan yang ada di lingkungan PPMQ” Kata Pak Gusti Pordimansyah, moderator seminar.“

4DX adalah tool yang sudah banyak digunakan di beberapa perusahaan dan kalau sekarang ini boleh dibilang lagi booming-boomingnya. Pelatihan 4DX ini di beberapa perusahaan yang telah menerapkan, kelihatan sekali hasilnya. Untuk pesantren sepertinya baru MQ yang menerapkan 4DX. Jika kita lihat, banyak orang atau organisasi yang merencanakan banyak hal. Akan tetapi, rencana hanyalah tinggal rencana jika tidak ditindaklanjuti. Yang terpenting di sini adalah eksekusi, eksekusi, eksekusi. Inti dari 4DX adalah bagaimana agar eksekusi sesuai dengan apa yang kita targetkan.” Imbuhnya.

Pak Abu Sena Wijanarko menyebutkan, fakta yang ada di lapangan menunjukkan bahwa 90% penyebab kegagalan organisasi karena tidak mengeksekusi strategi. Permasalahan tersebut terdiri dari hambatan SDM, hambatan visi dan hambatan budget.

Selain itu, Ustadz Fauzan menyebutkan bahwa visi kita sama, yaitu visi akhirat. Pada hakikatnya filosofi 4DX ini sering kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari. Hendaknya seorang muslim memiliki mental bak mental rajawali yang tangguh dan terbang tinggi bukan mental emprit yang lemah dan terbang rendah.

Harapan ke depannya, 4DX akan menjadi sesuatu yang umum dan biasa dan harapannya pula banyak orang yang mempelajarinya terkhusus di tempat kita ini.

RB