Mengatur keuangan adalah salah satu keterampilan penting dalam menjalani kehidupan ini. Islam sebagai agama yang sempurna telah memberikan kita panduan yang sangat jelas tentang cara mengelola keuangan dengan bijaksana.
Rasulullah shallahu alaihi wassalam sebagai teladan yang sempurna juga telah memberikan kita tips & trik dalam mengelola keuangan. Dalam sejarah-Nya, Rasulullah menjalani kehidupan yang sederhana termasuk dalam pengelolaan uang.
1. Rasulullah Selalu Mengutamakan Kejujuran dalam Bermuamalah
Kejujuran adalah prinsip yang paling utama dalam Islam, terutama dalam bermuamalah. Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda;
لتَّاجِرُ الأَمِينُ الصَّدُوقُ الْمُسْلِمُ مَعَ الشُّهَدَاءِ – وفي رواية: مع النبيين و الصديقين و الشهداء يَوْمَ الْقِيَامَةِ
“Seorang pedagang yang jujur dan amanah akan bersama para Nabi, shidiqin, dan syuhada di hari kiamat.” (HR. Tirmidzi)
Dengan sifat kejujuran, kita bisa pastikan bahwa setiap harta yang kita peroleh berasal dari usaha yang halal dan bersih dari segala unsur riba. Dengan kejujuran, keberkahan rezeki juga akan senantiasa menyelimuti kita.
2. Hidup Sederhana dan Tidak Boros
Dalam sejarah islam, tidak ada yang menyebutkan bahwa Rasulullah hidup mewah. Dalam kesehariannya, Rasulullah shallahu alaihi wassalam hidup dalam kesederhanaan, meskipun ia memiliki kesempatan untuk bermewah-mewahan. Allah berfirman;
وَاٰتِ ذَا الْقُرْبٰى حَقَّهٗ وَالْمِسْكِيْنَ وَابْنَ السَّبِيْلِ وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيْرًا ٢٦ اِنَّ الْمُبَذِّرِيْنَ كَانُوْٓا اِخْوَانَ الشَّيٰطِيْنِۗ وَكَانَ الشَّيْطٰنُ لِرَبِّهٖ كَفُوْرًا ٢٧
“Dan janganlah kamu menghambur-hamburkan (hartamu) secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang boros itu adalah saudara-saudara setan.” (QS. Al-Isra: 26-27)
Beliau mengajarkan kepada kita untuk menggunakan harta sesuai kebutuhan dan tidak berlebihan dalam berbelanja dengan menghindari sifat konsumtif. Dengan cara ini, kita dapat menghindari pemborosan yang tidak perlu dan fokus pada kebutuhan yang utama.
3. Mengutamakan Sedekah Untuk Keberkahan Harta
Rasulullah shallallahu alaihi wassalam bersabda;
مَا نَقَصَتْ صَدَقَةٌ مِنْ مَالٍ، وَمَا زَادَ اللهُ عَبْدًا بِعَفْوٍ، إِلَّا عِزًّا، وَمَا تَوَاضَعَ أَحَدٌ لِلَّهِ إِلَّا رَفَعَهُ اللهُ
““Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Tidak ada orang yang memberi maaf kepada orang lain, melainkan Allah akan menambah kemuliaannya. Dan tidak ada orang yang merendahkan diri karena Allah, melainkan Allah akan mengangkat derajatnya.” (HR. Muslim).
Beliau juga memberikan contoh bahwa dengan bersedekah, harta kita menjadi lebih bersih dan bernilai di hadapan Allah. Dengan sedekah juga adalah salah satu cara untuk membantu kepada mereka yang membutuhkan dan juga menyucikan hati dari sifat tamak.
Sumber Referensi:
- Riyadhus Shalihin oleh Imam Nawawi.
- Shahih Bukhari dan Shahih Muslim.

