Jonggol, 9 Juli 2020 – Para santri Madinatul Quran mengikuti sosialisasi bertema pertanian yang dilaksanakan di Madinatul Quran 2 yang disampaikan oleh tim dari OK OCE Welness&Agro. Hal ini dilakukan dalam rangka mengembangkan skill para santri yang diharapkan kedepannya mampu menjadi dai yang menguasai berbagai macam soft skill dan mampu menjadi pribadi yang mandiri. Skill pertanian merupakan satu diantara skill yang penting untuk dikuasai. Terutama dalam mewujudkan ketahanan pangan terkait dengan adanya pandemi.

“Kita memulai untuk memperkenalkan kepada masyarakat luas bagaimana bertani organik yang sehat. Selama ini yang bertani organik banyak, akan tetapi belum tentu sehat.” Kata Pak Edi, narasumber utama dalam acara ini.

Selama ini permasalahan yang banyak terjadi dalam sektor pertanian adalah penggunaan unsur-unsur kimiawi yang kesannya instan namun pada hakikatnya dapat menimbulkan bahaya pada metode pertanian yang dihasilkan. Solusi dari permasalahan tersebut adalah bertani dengan cara organik.

Dalam hal ini, sebagai solusi, ada metode yang digagas dan ditemukan oleh Pak Edi yang diharapkan mampu menjadi solusi pertanian yang lebih organik dan sehat. metode tersebut adalah penggunaan pupuk yang pembuatannya didasari dengan prinsip ramah lingkungan, go green dan hasilnya pun organik.

Pak Edi yakin bahwa metodenya ini mampu menjaga keseimbangan alam. Namun metode ini memang tidak seperti pupuk kimia yang mampu bekerja dengan waktu yang relatif singkat.

Harapannya masyarakat lebih memperhatikan dan mengenal lebih dalam sistem pertanian yang organik dan ramah lingkungan sehingga metode yang dihasilkan pun tidak mengandung bahaya dalam pengonsumsiannya.

RB