Khasyyaatullah, Sistem Pertahanan Jiwa Dari Dosa

0 90

KHASYYATULLAH, SISTEM PERTAHANAN JIWA DARI DOSA

Sebagaiama manusia yang memiliki antibodi (sistem pertahanan tubuh) yang bertugas melawan bakteri, virus, parasit, dan lain sebagainya yang dapat mengancam kelangsungan hidup jasmani, maka seorang muslim juga memiliki sistem pertahanan lain, yang berfungsi membentengi dirinya dari dosa dan maksiat. Sistem pertahanan itu bernama khasyatullah, rasa takut kepada Allah. Rasa takut itulah yang menjadikannya gentar untuk menerjang larangan-larangan Rabbnya. Takut itu pula yang membisikkan pada hatinya untuk urung mengeksekusi niatan-niatan buruk yang sudah ia rencanakan. Takut itu pula yang meluapi relung hatinya dengan perasaan selalu diawasi oleh Sang Pencipta. Takut itu pula yang menyesaki jiwanya dengan kesadaran bahwa tidak ada satupun yang terluput dari penglihatan Rabbnya.

Ada kalanya sistem pertahanan tubuh tadi rapuh, sehingga penyakit datang menjangkiti. Pun demikian halnya dengan sistem pertahanan jiwa diatas, ada saat dimana ia rapuh disebabkan iman manusia yang fluktuatif, adakalanya ia melemah sehingga khasyyatullah memudar. Maka disaat itulah tameng dosa menjadi rapuh, sehingga diri dikuasai setan dan nafsu, kemudian terjatuh dalam dosa dan kesalahan. Disamping iman yang lemah ada sebab-sebab lain yang dapat melemahkan sistem pertahanan jiwa dari dosa seperti cinta dunia, lalai, teman yang buruk, dan meremehkan kewajiban.

Namun Alhamdulillah… Sebagaimana antibodi manusia bisa diperkuat dengan pola hidup sehat dan asupan makanan yang bergizi. Khasyyatullah pun bisa kita tingkatkan dengan beberapa faktor, diantaranya :

1. Berdzikir.

Allah ta’ala berfirman,

الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ

“Dan mereka (orang-orang yang beriman) apabila disebut nama Allah, maka takutlah hati mereka”

2. Menjiwai Ilmu

إِنَّمَا يَخْشَى اللَّهَ مِنْ عِبَادِهِ الْعُلَمَاءُ إِنَّ اللَّهَ عَزِيزٌ غَفُورٌ

“Hanya ulama (orang-orang yang berilmu) saja yang takut kepada Allah dari hamba-hamba-Nya dan Allah Maha Perkasa lagi Pengampun”.

Ibnu Katsir menafsirkan,

“Semakin sempurna pengetahuan seseorang terhadap Dzat Yang Maha Agung, maka akan semakin besar rasa takut hamba tersebut kepada-Nya.”

Imam Ahmad bin Hanbal mengatakan, “Inti dari ilmu adalah khasyyatullah, rasa takut kepada Allah.”

3. Membayangkan pedihnya siksa Allah bagi hambanya yang durhaka.

Allah ta’ala berfirman,

وَكَذَٰلِكَ أَخْذُ رَبِّكَ إِذَا أَخَذَ الْقُرَىٰ وَهِيَ ظَالِمَةٌ إِنَّ أَخْذَهُ أَلِيمٌ شديد

“Dan begitulah siksa Tuhanmu terhadap pemukiman-pemukiman yang zalim. Sungguh siska-Nya pedih lagi kuat.”

4. Mengingat kematian.

Nabi shallallahu’alaihiwasallam bersabda,”Perbanyaklah mengingat sang Penghancur Kelezatan (kematian).”

Terakhir.. Jangan lupa memperbanyak doa yang selalu dibaca oleh nabi setiap beranjak dari majelis.
Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi disebutkan bahwa sudah menjadi kebiasaan Nabi shallallahu’alaihiwasallam apabila beranjak dari sebuah majelis, Beliau berdoa untuk para sahabat yang hadir :

اللَّهمَّ اقسِم لَنا من خشيتِكَ ما يَحولُ بينَنا وبينَ معاصيكَ ، ومن طاعتِكَ ما تبلِّغُنا بِهِ جنَّتَكَ ، ومنَ اليقينِ ما تُهَوِّنُ بِهِ علَينا مُصيباتِ الدُّنيا

Ya Allah bagikan kepada kami rasa takut kepadamu, yang membentengi kami dari bermaksiat kepadamu. (Dan juga bagikan kepada kami) ketaatan, yang dengannya Engkau mengantarkan kami pada surga-Mu. (Dan juga bagikan kepada kami) keyakinan, yang dengannya Engkau ringankan atas kami musibah-musibah di dunia.”

Amiin..

Oleh Ustadz Aan Chandra Thalib, حفظه الله تعالى

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Close