Risalah Syukur

0 54

RISALAH SYUKUR…

Syaikh Ali Musthafa Thantawi -rahimahullah- mengatakan:

“Semalam suhu ruangan cukup hangat, api penghangat menyala dengan terang. Aku duduk diatas kursi yang cukup nyaman sambil berfikir tentang apa yang akan kutulis. Posisi lampu dan telpon tepat disampingku, (kulihat) anak-anak sedang menulis, Ibu mereka sedang asik menjahit. Kami baru saja makan dan minum. Suara radio terdengar pelan, semuanya dalam suana teduh.

Tak ada yang kukeluhkan sedikitpun.

Akupun mengucapkan “Alhamdulilah”. Kuucapkan kalimat itu dari lubuk hati yang paling dalam. Kemudian aku berfikir sejenak. Kudapati bahwa ucapan “Alhamdulillah” adalah kalimat yang tidak cukup terucap dari lisan saja, sekalipun lisan mengucapkannya 1000 kali. Ucapan syukur terhadap nikmat yaitu dengan mengalirkan nikmat itu kepada orang yang membutuhkannya.

Syukurnya orang kaya saat dia berbagi dengan si fakir

Syukurnya orang yang kuat saat dia menolong yang lemah.

Syukurnya orang yang sehat dengan menolong yang sakit

Syukurnya seorang pemimpin, dengan berlaku adil pada rakyatnya.

Maka sudahkah aku bersyukur kepada Allah atas segala nikmat-Nya, disaat aku dan anak-anakku dalam keadaan kenyang berselimut udara yang hangat sementara tetanggaku kelaparan dan kedinginan. ?

 

Diakhir risalah Syaikh mengatakan:

Saudaraku..

Nikmat akan bertambah dan kekal bila disyukuri. Adapun syukur tak cukup dilisan saja.

Bila seorang yang kaya raya memegang tasbih dan mengucapkan Alhamdulillah sebanyak 1000 kali, namun ia menimbun hartanya, maka dia belum dikatakan bersyukur. Begitu juga dengan penguasa yang mendzolimi orang lain dengan kekuasaannya maka dia tidak termasuk orang yang bersyukur kepada Allah.

 

(Diringkas dari risalah Syaikh Ali Mustafa Thantawi “Ma’a An-Naas”)

Oleh Ustadz Aan Chandra Thalib, حفظه الله تعالى

 

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Close