Tentang Keikhlasan

0 25

TENTANG KEIKHLASAN

Allah azza wa jalla berfirman:

فسقى لهما ثم تولى إلى الظل

“Maka Musa memberi minum ternak itu untuk (menolong) keduanya, kemudian dia kembali ke tempat yang teduh” (QS: Al Qasas: 24)

Sering kali kita melewati penggalan ayat ini, namun pernahkan kita menyadari bahwa penggalan ayat ini mengandung pelajaran yang luar biasa tentang keikhlasan.

Saat nabi Musa ‘alaihissalam melihat dua wanita Madyan yang membutuhkan pertolongan untuk memberi minum ternak mereka, beliaupun beranjak dari tempat bernaung dan memenuhi hajat kedua wanita itu. Setelah memberikan pertolongan, nabi Musa kembali ke tempatnya semula tanpa sepatah katapun terucap. Dia tidak berlama-lama di depan orang yang ditolongnya itu, apalagi sampai menunggu kata syukron. Seolah ada isyarat bahwa bila engkau berbuat ihsan pada orang lain, maka menjauhlah darinya setelah hajatnya engkau penuhi, jangan membuat orang tersebut malu, apalagi membuatnya terlihat lemah dan butuh bantuanmu. Penuhi hajat saudaramu, lalu berpalinglah… Tak usah menunggu balasan walau untuk seuntai kata, “Syukron atau terimah kasih”.

“Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanyalah untuk mengharapkan keridhaan Allah. Kami tidak mengharapkan balasan dari kamudan tidak pula (ucapan) terima kasih.” (QS. Al-Insan: 9)

Oleh Ustadz Aan Chandra Thalib, حفظه الله تعالى

You might also like More from author

Leave A Reply

Your email address will not be published.

Close