Madinatul Qur'an Jonggol Official Website

Kiat-kiat mangatasi “Kekikiran Jiwa”

KIAT-KIAT MENGATASI ‘KEKIKIRAN JIWA’

Segala puji hanyalah milik Allah. Sholawat dan salam untuk Rosululloh. Amma ba’du!

Saudaraku seislam yang saya muliakan, mendapatkan kelapangan hati dan kemudahan dalam berzakat, berinfak dan bersedekah adalah salah satu karunia Allah ta’ala yang harus dipertahankan dan ditingkatkan kualitasnya. Selain menunjukkan tanda ketakwaan, mengeluarkan harta di jalan Allah termasuk amalan yang bermanfaat dalam meraih keridhoan Allah Ta’aala.

Lalu bagaimana kiatnya agar kita mendapatkan kelapangan hati tersebut?

Saudaraku seislam yang saya cintai, banyak perkara yang dapat dilakukan untuk mengatasi kekikiran jiwa. Di antaranya :

Pertama, mengingat ganjaran dan keutamaan yang Allah janjikan bagi mereka yang mau membelanjakan hartanya di jalan-Nya.

Kedua, mengingat ancaman dan balasan buruk yang Allah siapkan untuk mereka yang bakhil/pelit/kikir.

Ketiga, tunaikan sesegera mungkin jika kita akan berinfak. Jangan nunggu menjadi orang kaya dulu baru kemudian berinfak.

Keempat, perbaiki cara pandang kita terhadap objek sasaran zakat, infak dan shodaqoh kita. Berfikirlah positif. Bahwa orang2 yg menerima sasaran ZIS kita hakikatnya mereka telah membantu kita dalam menyalurkan harta yang Allah rizkikan kepada kita.

Demikian dapat disampaikan.

“Sekali-kali janganlah orang-orang yang bakhil dengan harta yang Alloh berikan kepada mereka dari karuniaNya menyangka, bahwa kebakhilan itu baik bagi mereka. Sebenarnya kebakhilan itu adalah buruk bagi mereka. Harta yang mereka bakhilkan itu akan dikalungkan kelak di lehernya di hari kiamat. Dan kepunyaan Alloh-lah segala warisan yang ada di langit dan di bumi. Dan Alloh mengetahui apa yang kamu kerjakan.” [QS. Ali ‘Imron ; 3 : 180]

Wa shollallohu wa sallama ‘alaa Nabiyyina Muhammad

Oleh Ibnu Mukhtar, حفظه الله تعالى

Leave A Reply

Your email address will not be published.